HOME CHART DATA ADV. CHART ADV. DATA CHART PATTERN STOCK PORTFOLIO DOWNLOAD FORUM  
AnalisaBursa.com >> Home
 
           Thu, 18-Dec-2014 14:31  
Stock Highlight   --   17-Dec-2014   --   
 

 
Username :
Password :
   
 
 
   
 
 
Burung ini tidak tahu resiko yang dihadapinya dan di mana dia mencari makan. Trading Saham ibarat seekor burung mencari makan di mulut buaya. Penuh dengan resiko dan sinyal-sinyal palsu. Apakah anda tahu resiko yang anda hadapi ?

Lanjutkan >>

Thu, 18 Dec 2014 13:31:00 +0700
 
<b>INILAHCOM, Jakarta - PT Telekomonikasi Indonesia Tbk atau Telkom (TLKM) tengah mencari calon direktur utama (dirut), mengantikan Arief Yahya (Menteri Pariwisata) dan calon jajaran direksi baru. Komisioner Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) Riant Nugroho lantas menyarankan calon Dirut dan jajarannya itu sebaiknya dari jajaran internal.</b><br /><br />&quot;Telkom ibarat gadis cantik yang mengundang banyak kepentingan. Apalagi semua posisi yang ditawarkan (jajaran direksi) masing-masing memiliki nilai strategis bagi kelangsungan Telkom,&quot; jelas Komisioner Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) Riant Nugroho, seperti keterangan pers yang INILAH.COM terima, Kamis (18/12/2014).<br /><br />Riant Nugroho menambahkan, selain harus memiliki syarat berjiwa leadership, kemampuan melakukan perubahan, integritas dan bersih, ada empat kriteria lainnya. &quot;Pertama, calon tersebut harus berasal dari dalam perusahaan atau lingkungan Telkom sendiri. Artinya dia harus sosok yang memiliki rekam jejak karier dari Telkom. Dia sudah memahami seluk-beluk Telkom, baik hal yang sudah dilakukan maupun rencana yang akan dilakukan,&quot; ujar Riant.<br /><br />Kedua, ia mengatakan, calon tersebut berpengalaman CEO di Telkom maupun anak perusahaannya. Alasan dia, pertimbangan itu syarat penting, karena sebagai perusahaan besar, kematangan pengalaman harus dimiliki.<br /><br />&quot;Ketiga, calon tersebut tidak boleh memiliki kepentingan atau afiliasi dengan kepentingan kelompok atau politik tertentu. Kalau memang ada sponsor yang mengusulkan calon, silakan saja, tapi syarat ideal dalam mengusung calon harus berdasarkan syarat tersebut,&quot; ungkap dia.<br /><br />Namun, ia mengaku tak menampik fakta ada calon direksi yang disponsori kelompok atau pentingan, yang justru bertendensi melakukan aksi balas budi. &quot;Ini yang kita tidak harapkan. Dia harus independen, dan hanya karena pertimbangan profesionalitas saja, dia (calon direksi) dapat diberi amanah,&quot; papar dia.<br /><br />Syarat ke empat, terang dia, calon harus total bekerja, bervisi mengembangkan Telkom. Artinya, kata dia, calon harus mampu menguasai tiga hal utama bisnis Telkom, yakni jaringan, aplikasi, dan sebagai perusahaan yang memberi jasa solusi.<br /><br />&quot;Sekedar mengingatkan, meski tak secara tertulis, namun menjadi hal lumrah bila setiap BUMN yang sudah memiliki omzet hingga triliunan rupiah, pemerintah memiliki andil dalam memutuskan calon perusahaan plat merah tersebut. Mungkin tidak memilih, namun apapun sinyal yang disampaikan presiden menjadi titik akhir,&quot; imbuh dia.<br /><br />Untuk diketahui, Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Telkom akan berlangsung Jumat (19/12/2014) besok. Indra Utoyo (Plt. Dirut Telkom), Honesti Basyir (Direktur Keuangan PT Telkom), Sarwoto (Mantan Dirut Telkom periode 2004), Riskan Chandra (Direktur Networking PT Telkom) dan Alex Sinaga (Dirut PT Telkomsel) kabarnya bakal mengisi jajaran direksi Telkom periode 2014 hingga 2019. [aji]</p>...
 


Thu, 18 Dec 2014 12:35:00 +0700
 
<strong>INILAHCOM, Jakarta - Tugas dari Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) sebagai penyedia dan pendistribusi bensin premium bersubsidi akan berdampak positif bagi PT AKR Corporindo (AKRA).</strong></p><p>Menurut Recapital Securities, dalam riset hariannya Kamis (18/12/2014), penyediaan dan pendistribusian bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi tersebut nantinya bisa memperkuat bisnis logistik perusahaan. &ldquo;Saat ini, kontribusi dari bisnis logistik tersebut sekitar 2,69% dari total pendapatannya senilai Rp16,99 triliun (per September 2014/9M14),&rdquo; ungkapnya.</p><p>Kontributor terbesar pendapatan masih berasal dari bisnis chemical trading. Dengan memanfaatkan infrastruktur pelabuhan dan logistik yang kuat, pendistribusian BBM bersubsidi tersebut akan lebih mudah dilakukan AKRA. Jaringan infrastruktur yang tersebar luar di lokasi-lokasi utama di Indonesia menjadi keunggulan kompetitif AKRA.</p><p>Sebagai informasi, perseroan pertama kali mendapat penugasan untuk mendistribusikan bbm bersubsidi di Indonesia pada tahun 2009. Alokasi kuota perseroan untuk 2015 adalah 645.000 kilo liter (KL). Kuota yang diperoleh AKRA di antaranya 20.000 KL jenis bensin premium, dan 625.000 KL untuk jenis minyak solar. Wilayah pendistribusian mencakup Sumatra Utara, Lampung, DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Timur.</p><p>Hingga 9M14, pendapatan usaha perseroan tercatat sebesar Rp16,99 triliun, tumbuh 5,06% <em>year on year</em> (yoy) dengan laba bersih sekitar Rp578,65 miliar, naik 10,2% yoy. &ldquo;Konsensus analis (Bloomberg) mencatat 8 rekomendasi beli, 6 rekomendasi tahan dengan 2 rekomendasi jual dengan target harga Rp5.170 per saham,&rdquo; jelasnya.</p><p>Sementara Samuel Sekuritas, juga dalam riset hariannya merekomendasikan hold untuk saham AKRA. Riset juga menyebutkan, dengan harga saat ini saham AKRA ditransaksikan <em>pada price earning ratio</em> (PER) 2015 sebesar 18 kali dan EV/EBITDA 12,6 kali. [mdr]</p>...
 


Thu, 18 Dec 2014 12:07:00 +0700
 
<strong>INILAHCOM, Jakarta &ndash; Pada sesi pertama perdagangan Kamis (18/12/2014), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 56,556 poin (1,12%) ke posisi 5.092,205.</strong></p><p>Mayoritas indeks saham mendukung penguatan IHSG. Antara lain, indeks saham-saham unggulan LQ45 yang naik 13,040 poin (1,508%) ke posisi 877,834; IDX30 naik 6,404 poin (1,443%) ke angka 450,21;</p><p>MBX naik 18,201 poin (1,255%) ke angka 1.468,5; DBX naik 0,754 poin (0,108%) ke angka 701,362; dan saham-saham syariah yang tergabung dalam JII naik 11,204 poin (1,693%) ke angka 672,806.</p><p>Sebanyak 203 saham menguat, 81 saham stagnan, dan 86 saham alami penurunan. Total saham yang ditransaksikan mencapai 370 saham.</p><p>Nilai transaksi di pasar reguler mencapai Rp2,5 triliun dan penjualan saham senilai Rp1,08 triliun.</p><p>Sementara itu, investor asing mencatatkan pembelian saham senilai Rp846,7 miliar dan penjualan saham senilai Rp1,3 triliun. Alhasil, investor asing mencatatkan penjualan saham bersih (<em>net foreign sell</em>) sebesar Rp481,7 miliar. [jin]</p><p>&nbsp;</p>...
 


Thu, 18 Dec 2014 11:18:00 +0700
 
<strong>INILAHCOM, Jakarta - Harga saham PT Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) kemarin berhasil rebound setelah tertekan sejak perdagangan 5 Desember lalu, ditutup di Rp12.950. Bagaimana dengan hari ini?</strong></p><p>Menurut riset harian First Asia Capital, yang dipublikasikan di Jakarta, Kamis (18/12/2014), di tengah sentimen negatif pelemahan harga komoditas batubara, kinerja PTBA dinilai lebih kuat tahun ini ketimbang emiten batubara lainnya karena penjualan didominasi di pasar domestik sebesar 50%. Apalagi dengan harga kontrak di awal tahun sehingga terhindar dari fluktuasi harga komoditas.</p><p>Hal ini terlihat dari harga jual rata-rata tahun ini yang naik 19% di tengah pelemahan harga komoditas batubara, membuat marjin keuntungan perseroan jauh lebih baik ketimbang emiten batubara nasional lainnya. &ldquo;Marjin bruto PTBA saat ini 32% lebih tinggi ketimbang misalnya ADRO yang hanya 23%. Sedangkan marjin usaha dan bersih perseroan masing-masing mencapai 19% dan 16% lebih tinggi ketimbang ADRO yang saat ini sebesar 18% dan 9%,&rdquo; papar riset tersebut.</p><p>Tahun ini manajemen memperkirakan volume penjualan batubara hanya mencapai 18-19 juta ton turun dari perkiraan awal 24,7 juta ton dimana hingga kuartal tiga 2014 (3Q14) perseroan berhasil menjual 13,88 juta ton atau 73% dari target tahun ini. Penjualan bersih perseroan hingga kuartal tiga tahun ini tumbuh 19% mencapai Rp9,6 triliun dengan topangan kenaikan harga jual rata-rata 19% menjadi Rp728.079 per ton.</p><p>Proyeksi penjualan bersih tahun ini diperkirakan sebesar Rp13,87 triliun. Sedangkan di bottom line, laba bersih tumbuh 27% mencapai Rp1,8 triliun dari periode yang sama 2013 Rp1,2 triliun. &ldquo;Pencapaian laba bersih ini mencerminkan 72% dari proyeksi laba bersih perseroan tahun ini yang kami perkirakan mencapai Rp2,49 triliun atau tumbuh 36% dari 2013 sebesar Rp1,83 triliun,&rdquo; jelasnya.</p><p>Masih menurut riset itu,<em>earning per share</em> (EPS) proyeksi 2014 PTBA sebesar Rp1.082,21. Pertumbuhan kinerja perseroan untuk tahun-tahun mendatang, selain dari bisnis inti batubara, juga akan dikontribusikan dari bisnis perkebunan sawit dan pembangkit listrik.</p><p>Perseroan akhir Oktober lalu mengakuisisi 100% saham perkebunan kelapa sawit PT Bumi Sawindo Permai seluas 8346 ha, yang merupakan bagian dari wilayah izin usaha pertambangan (IUP) PTBA di area Banko, Tanjung Enim Sumatera Selatan.</p><p>Perseroan tahun depan juga akan membangun proyek pembangkit listrik PLTU Mulut Tambang di Banko Tengah sebesar 2x620 MW yang dijadwalkan beroperasi 2018. Selain itu perseroan bekerjasama dengan Inalum akan membangun PLTU sebesar 1000 MW di lokasi pabrik Inalum di Kuala Tanjung Sumatera Utara.</p><p>Dari sisi kinerja, tahun depan kami proyeksikan volume penjualan batubara mencapai 24 juta ton dengan harga jual rata-rata sekitar Rp720 ribu/ton sehingga penjualan diperkirakan mencapai Rp17,52 triliun atau tumbuh 26%. Dengan asumsi marjin dipertahankan di 16% maka laba bersih diproyeksikan mencapai Rp2,8 triliun atau tumbuh 12% (year on year/yoy) dengan EPS proyeksi mencapai Rp1.216.</p><p>Pada harga saat ini di Rp12.900 saham PTBA ditransaksikan dengan <em>price earning</em> (PE) 11,9 kali (estimasi 20114) dan PE 10,6 kali (estimasi 2015). Harga saham perseroan berpeluang ditransaksikan dengan PE 12 kali atau mencapai Rp14.590 atau punya ruang penguatan 13% dari harga saat ini.</p><p>&ldquo;Secara teknical peluang penguatan akan menguji resisten di Rp13.450 dengan support di Rp12650. Pergerakan harganya membentuk pola <em>bullish continuation</em>. <em>Trading Buy</em> SL Rp12.300,&rdquo; jelasnya.</p>...
 


Thu, 18 Dec 2014 10:06:00 +0700
 
<strong>INILAHCOM, Jakarta &ndash; Hingga sore nanti, IHSG diperkirakan menguat dengan rentang pergerakan di support 5.000-5.020 dan resisten 5.075-5.100. Tujuh saham pun disodorkan. Apa saja?</strong></p><p>David Sutyanto, analis First Asia Capital mengatakan, tekanan jual pemodal asing kemarin reda setelah dua hari perdagangan sebelumnya mereka keluar hingga Rp2 triliun menyusul meningkatnya risiko pasar global. &ldquo;Risiko tersebut dipicu anjloknya harga mimyak mentah dan krisis mata uang ruble Rusia,&rdquo; katanya kepada <em>INILAHCOM</em> di Jakarta, Kamis (18/12/2014).</p><p>Perhatian pasar kemarin, lanjut dia, beralih mengantisipasi hasil pertemuan the Federal Open Market Committee (FOMC) Meeting Rabu sehingga lebih banyak wait and see dan cenderung berhati-hati mengambil posisi.</p><p>Namun pasar optimis hasil FOMC Meeting tidak akan mempercepat kenaikan tingkat bunga AS. &ldquo;Ini terlihat dari redanya tekanan jual pemodal asing dan aksi beli selektif menyasar sejumlah saham perbankan,&rdquo; ujarnya.</p><p>IHSG sempat menguat 33 poin namun ditutup menguat 9,621 poin (0,2%) di 5.035,649. Sedangkan rupiah atas dolar AS kemarin menguat 1,4% di 12.720 berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) yang dilansir Bank Indonesia (BI) dari hari sebelumnya di 12.900.</p><p>Sementara hasil the Federal Open Market Committee (FOMC) Meeting tadi malam, sebagaimana yang diperkirakan, The Fed belum akan menaikkan tingkat bunganya dalam waktu dekat, meskipun kondisi perekonomian AS saat ini lebih kuat.</p><p>&ldquo;Ini tercermin dari pernyataan The Fed: &lsquo; It would be patient&rsquo; untuk menentukan kapan kenaikan tingkat bunga&nbsp; AS akan dilaksanakan. Kebijakan suku bunga The Fed mendekati nol persen saat ini sudah berlangsung sejak Desember 2006,&rdquo; papar dia.</p><p>Namun The Fed menyatakan waktu kenaikan tingkat bunga AS akan semakin dekat. Konsensus para bankers bank sentral AS, tingkat bunga Fed Funds Rate akan mencapai 1,125% akhir 2015 dan 2,5% akhir 2016.</p><p>Hasil FOMC Meeting tadi malam tersebut memicu aksi beli di Wall Street setelah terkoreksi dalam tiga hari perdagangan sebelumnya. Indeks DJIA dan S&amp;P masing-masing menguat 1,69% dan 2,04% ditutup di 17.356,87 dan 2.012,89.</p><p>Disamping respons terhadap pernyataan Janet Yellen, kenaikan Wall Street turut dipicu rebound harga minyak mentah yang ditutup di US$56,13 per barel yang memicu kenaikan harga saham sektor energi. Kondusifnya pasar global pascahasil FOMC</p><p>Meeting tadi malam berimbas positif pada perdagangan hari ini. Pasar akan lebih percaya diri melakukan pembelian dan peluang rupiah kembali menguat akan terbuka.</p><p>IHSG diperkirakan akan menguat dengan rentang pergerakan di kisaran support 5.000 hingga 5.020 dan resisten 5.075 hingga 5.100.</p><p>Secara teknikal, support pertama IHSG di angka 5.020 dan support kedua di angka 5.000. Di sisi lain, resisten pertama di angka 5.050 dan resisten kedua di angka 5.075 dan selanjutnya 5.100.</p><p>Di atas semua itu, David menyodorkan beberapa saham pilihan sebagai bahan pertimbangan para pemodal. Saham-saham tersebut adalah:</p>...
 


Thu, 18 Dec 2014 09:05:00 +0700
 
<strong>INILAHCOM, Jakarta &ndash; Pada awal sesi pertama perdagangan Kamis (18/12/2014), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 47,805 poin (0,949%) ke posisi 5.083,454.</strong></p><p>Semua indeks saham kompak mendukung penguatan IHSG. Antara lain, indeks saham-saham unggulan LQ45 yang naik 9,785 poin (1,131%) ke posisi 874,579; IDX30 naik 4,988 poin (1,124%) ke angka 448,794;</p><p>MBX naik 14,295 poin (0,986%) ke angka 1464,594; DBX naik 4,690 poin (0,669%) ke angka 705,298; dan saham-saham yang tergabung dalam JII naik 8,486 poin (1,283%) ke angka 670,088.</p><p>Sebanyak 199 saham menguat, 50 saham stagnan, dan 26 saham alami penurunan. Total saham yang ditransaksikan mencapai 275.</p><p>Nilai transaksi di pasar reguler mencapai Rp513,05 miliar dan Rp211,4 miliar di pasar negosiasi.</p><p>Sementara itu, investor asing mencatatkan pembelian saham senilai Rp228,1 miliar dan penjualan saham senilai Rp233,14 miliar. Alhasil, investor asing mencatatkan penjualan saham bersih (<em>net foreign sell</em>) sebesar Rp4,9 miliar. [jin]</p><p>&nbsp;</p>...
 


Thu, 18 Dec 2014 04:23:00 +0700
 
<strong>INILAHCOM, Jakarta &ndash; Saham properti yang sudah terkoreksi cukup banyak patut dilirik sebagai motor pengerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berikutnya. Apa saja saham pilihannya?</strong></p><p>Senior Research HD Capital Yuganur Wijanarko dalam risetnya Kamis (18/12/2014) mengungkapkan, selain sudah terkoreksi cukup banyak, saham properti yang diperdagangkan pada valuasi price earning ratio (PER) 2015 sebesar 7 kali, masih hampir setengah dari PER IHSG yang sebesar 13 kali.</p><p>&ldquo;Saham property patut dilirik sebagai motor penggerak IHSG berikutnya karena harga aset properti di 2015 akan terkerek naik seiring dengan pembangunan infrastruktur penunjang,&rdquo; ujar Yuganur yang memprediksikan indeks domestik berada pada support 4.975-4.910, dan resistance 5.085-5.145-5.185-5.215.</p><p>HD Capital menyodorkan empat saham pilihannya untuk hari ini yakni PT Alam Sutera (ASRI), PT Bumi Serpong Damai (BSDE), PT Surya Semesta (SSIA) dan PT Sentul City (BKSL). Bagaimana rekomendasi masing-masing sektor? Kita lihat saja satu per satu.</p>...
 

Popular Business News

View All ...
 
  Stock Data 17-Dec-2014 collected
Stock data for 17-Dec-2014 has been successfully collected and entered into database.Click Here to view...
17-Dec-2014 18:00, by: System, Cat: Data Collect

Stock Data 16-Dec-2014 collected
Stock data for 16-Dec-2014 has been successfully collected and entered into database.Click Here to view...
16-Dec-2014 18:00, by: System, Cat: Data Collect

Stock Data 15-Dec-2014 collected
Stock data for 15-Dec-2014 has been successfully collected and entered into database.Click Here to view...
15-Dec-2014 18:00, by: System, Cat: Data Collect

  >> View All
 
INTRODUCTION TO ANALISABURSA.COM
Anda KAPOK bermain saham ? Trading Saham lebih sering KALAH ? KESULITAN mencari saham yang bagus ? Tidak...
31-Jul-2010 20:00, by: Admin, Cat: Introduction

PETUNJUK PENGGUNAAN
Langkah-Langkah Pendaftaran New Member: Masukkan username dan password dengan benar. Untuk New...
30-Jul-2010 21:00, by: Admin, Cat: Introduction

MENGENAL BURSA SAHAM INDONESIA
Buat para pemula yang belum mengenal BURSA SAHAM atau ingin mencoba TRADING SAHAM sebaiknya banyak...
30-Jul-2010 06:03, by: Admin, Cat: Introduction

  >> View All
Last 30 Days Member Viewed Stocks

Member:   1387
Online Member:   28
News :   56
Tutorial :   11
Stocks :   0
Last Stock Data :   17-Dec-2014
AnalisaBursa.com © 2010,2011,2012